Senin, 30 November 2009

BERKEMBANGNYA IPTEK SEBUAH KEMAJUAN ATAUKAH KEMUNDURAN

BERKEMBANGNYA IPTEK
SEBUAH KEMAJUAN ATAUKAH KEMUNDURAN

Sekarang ini, kita dituntut menguasai teknologi kalau tidak ingin dianggap ketinggalan zaman. Begitupun sebuah Negara, sekarang ini hampir semua Negara sedang gencar-gencarnya mengembangkan IPTEK untuk satu tujuan yaitu masuk dijajaran Negara maju!. Tapi benarkah sebuah Negara yang mempunyai kelebihan dibidang IPTEK adalah sebuah Negara yang maju. Dari sisi ekonomi mungkin jawabannya “نعم”(sebuah negara yang maju), karena Negara yang punya IPTEK yang tinggi rata-rata masyarakatnya hidup berkecukupan bahkan ada beberapa yang hidup berlebihan. Tapi Negara seperti itu kebanyakan keadaan alamnya sudah mulai rusak, kalo dilihat dari sisi tersebut munkin jawabannya “لا”(bukan sebuah Negara yang maju). Padahal alam itu harus dijaga untuk kelangsungan hidup manusia. Alam ini adalah tempat hidup kita dan juga tumbuhnya tumbuhan-tumbuhan yang menjadi awal dari rantai makanan. Coba bayangkan kalo semua bangsa di dunia ini ingin mengembangkan IPTEK, mungkin bisa dipastikan mereka tidak lagi mempedulikan alam, dan bagaimana kalo alam sudah tidak dipedulikan lagi, dapat dipastikan alam akan rusak, jika alam ini rusak tumbuhan-tumbuhan yang menjadi awal rantai makanan menjadi sulit untuk bertahan hidup dan rantai makanan akan tersendat, kita sebagai manusia pasti akan menerima akibatnya.

Selain itu, perkembangan IPTEK juga mempengaruhi keagamaan dan sosial suatu bangsa. Masyarakat dari Negara yang IPTEKnya berkembang cenderung bersifat individualis, mereka tidak mengenal gotong-royong, bantu-membantu dan yang sejenisnya. Apalagi dalam urusan keagamaan mungkin sudah tidak ada artinya bagi mereka. Contohnya Indonesia, padahal Indonesia belum menjadi Negara seperti itu, tapi baru berusaha menuju Negara seperti itu sudah banyak orang-orang islam di Indonesia yang tidak mengetahui dan tidak memperdulikan ajaran-ajaran agama islam yang benar. Khususnya para penerus bangsa (Pemuda), mereka lebih memilih bermain hand phone dari pada sholat yang wajib mereka laksanakan. Ironis memang!!!.

Perkembangan IPTEK memang sudah membuat segala sesuatu menjadi mudah, لكن ذالك membuat manusia menjadi manja dan malas beraktivitas diluar ruangan(olahraga/sejenisnya). Tentu saja itu membuat mereka tidak kebal dari penyakit, makannya seolah-olah sekarang ini muncul banyak penyakit. Perkembangan IPTEK di Negara berkembang cenderung berdampak negative mungkin karena ketidaksiapan mereka menerima hal yang baru atau karena SDM mereka yang masih kurang. Contohnya motor, sekarang motor malah digunakan untuk balapan liar oleh para pemuda, kemudian kemajuan dibibang komunikasi membuat kejahatan semakin merajalela contohnya transaksi narkoba yang sekarang semakin mudah, kemudian keberadaan internet yang paling banyak disalahgunakan, dan masih banyak yang lainnya.

Sudah sepantasnya sebagai bangsa Indonesia kita memikirkannya, jangan hanya cuma focus untuk mengembangkan IPTEK saja, karena potensi terbesar yang bisa dikembangkan di Indonesia tercinta adalah potensi sumber daya alamnya, karena Indonesia punya tanah-tanah yang subur dan juga potensi alam yang lain yang seharusnya bisa dikembangkan. Jadi, jika kalian punya potensi menjadi petani yang handal, janganlah malu dan merasa lebih rendah daripada teknisi atau semisalnya, tapi kembangkanlah!.

Jum’at, 20-Nov-09,Kajen-Pati
blogger


Ngertiyo siro !
Jangan suka merusak alam,
Jika tiba saatnya alam yang akan merusak kita
Dan cobalah menjaga alam,
فإن شاء الله,Jika tiba saatnya alam juga akan menjaga kita.

blogger

Islam! Agama yang Fleksibel

Islam! Agama yang Fleksibel

Islam adalah agama yang fleksibel, akhir-akhir ini saya sering mendengar kata-kata seperti itu di sekolah. Tapi ada beberapa orang yang salah mengartikannya, khususnya beberapa pemikir islam yang keluar dari ajaran agama yang benar (saya tidak menganggap semua pemikir islam itu keluar dari ajaran agama yang benar). Memang, seorang pemikir islam seharusnya mempunyai iman yang kuat untuk mengimbangi kepintaran mereka, kalo seorang filosof islam hanya menggunakan akal mereka, kemungkina besar kesesatan akan menghampiri mereka. Contohnya kalimat “islam adalah agama yang fleksibel”, menurut mereka (pemikir yang keluar dari agama yang benar) pekerjaan seorang PSK itu bisa menjadi “halal” dengan alasan karena mereka melakukan itu untuk makan, sebab tidak ada orang yang mau memberi mereka makan. Tapi apakah semudah itu suatu yang haram bisa menjadi halal? Menurut agama tidak!, islam memang agama yang fleksibel, tapi tidak semudah itu suatu yang haram menjadi halal! memang ada keterangan yang menjelaskan bahwa orang boleh memakan bangkai atau makanan dan minuman yang diharamkan sebab dalam keadaan terpaksa, tapi itu juga dengan catatan tidak ada yang dapat dimakan kecuali itu, dan jika ia tidak memakannya ia bisa meninggal, dan memakannya juga hanya sekedar kebutuhan saja (jika dengan satu suapan saja sudah dapat untuk menyambung hidup tidak boleh ditambah satu suapan lagi).

Selain itu juga ada beberapa da’I yang menyimpang karena alasan seperti itu, akhir-akhir ini sedang ngetren berdakwah sambil memainkan alatulmalahi / alat lelahan / alat music yang bernada. Padahal sudah jelas, bahwa kita dilarang memainkan alatulmalahi. Tapi, menurut mereka itu adalah boleh karena mereka mempunyai niat untuk berdakwah bukan untuk memainkan music. Walaupun mereka punya alasan seperti itu, itu tetap tidak dibenarkan. Karena jika ada sesuatu yang baik bercampur dengan suatu yang buruk, maka yang menang adalah suatu yang buruk tersebut. Selain itu ada pula yang punya alasan lain, yaitu mereka berdakwah seperti itu untuk melestarikan cara berdakwah para Sunan, seperti : Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Jadi, Kalau mereka dilarang berdakwah seperti itu, mereka akan berkata; “kenapa kita tidak boleh, padahal para sunan kan juga berdakwah seperti ini”. Padahal para sunan berdakwah seperti itu karena memang zaman dahulu masyarakat jawa sulit dipisahkan dari kebudayaan tersebut, kemudian para sunan punya ide untuk mendekati mereka dengan cara menggunakan kebudayaan mereka untuk menarik perhatian mereka, untuk kemudian dihilangkan sedikit demi sedikit kebudayaan yang menyimpang dari ajaran islam dan itu berhasil. Jadi kenapa sekarang mereka (para da’I yang menyimpang) menghidupkan kembali kebudayaan masyarakat jawa yang menyimpang tersebut, padahal para sunan sudah susah payah memisahkan budaya tersebut dari masyarakat jawa. Selain itu kita juga tidak boleh meniru tindakan para Waliyullah yang tidak wajar jika kita tidak tahu alasan dan ilmunya. Jika kita tidak mampu berjalan diatas samudera, kita tidak boleh meniru Waliyullah yang mampu berjalan diatas samudera, jika kita meniru niscaya kita akan tenggelam. Kita saja ma’unah nggak punya kok coba-coba meniru para Waliyullah yang punya banyak karomah! Ada kisah : Suatu ketika ada seorang ibu yang berkunjung ke pesantren Syeikh Abdul Qodir Jaelani, ia bermaksud menjenguk anaknya, setelah bertemu ibu itu kaget karena melihat anaknya yang menjadi kurus. Setelah diselidiki ternyata makanan anaknya itu makanan yang tidak enak. Kemudian ia menemui Syeikh, dan ia melihat makanan Syeikh itu adalah ayam, kemudian ibu itu protes kepada Syeikh. Kemudian Syeikh mengumpulkan tulang-tulang ayam dan atas izin Allah ayam itu diubah kembali menjadi ayam yang hidup dan berkokok mengucapkan kalimat Syahadat. Kemudian Syeikh berkata “Jika anak ibu sudah bisa melakukan seperti itu, dia boleh makan yang dia inginkan. Cerita ini menunjukkan kita dilarang meniru tindakan ulama’ yang menurut kita tidak wajar. Begitupun para da’i seperti yang disebut tadi “Jika mereka (da’i yang disebut tadi) tidak mampu mengubah buah kolang-kaling menjadi emas jangan coba meniru cara berdakwah Sunan Bonang”. Walapun begitu kita tidak boleh menganggap cara berdakwah Sunan Bonang itu salah, karena kita tidak tahu alasan sebenarnya.

Jadi benarkah pekerjaan seorang PSK itu bisa menjadi halal? padahal mereka sudah menjadikannya sebagai profesi, dan juga sebenarnya masih ada jalan lain (pekerjaan yang halal) untuk mereka, seperti mencucikan pakaian, menjadi PRT, atau lain-lain. Mungkin mereka malu punya pekerjaan seperti itu, apalagi hasil yang didapat tidaklah seberapa. Jadi menurut syara’ pekerjaan PSK itu hukumnya tetap haram! Jadi, jangan sampai kita mudah terbujuk dengan ajaran-ajaran beberapa filosof islam yang menyimpang hanya karena ucapan mereka yang menarik.

Dan benarkah berdakwah sambil menggunakan alatulmalahi itu boleh? padahal itu malah membuat muslimin menjadi jauh dari kebenaran. Yaitu jika kita bertanya kepada orang yang menghadiri pengajian itu: (Bagaimana pengajiannya? Munkin mereka akan menjawab; Kyainya suaranya bagus dan lagunya juga enak didengar. Apa isi pengajiannya? Munkin mereka akan menjawab; apa ya…. Saya lupa). Sangat ironis! jika itu benar-benar terjadi. Jadi kalo dampaknya negative, apakah masih ada yang membenarkan cara berdakwah seperti itu. Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang jauh dari kebenaran. Amien……





Kajen, 29 November 2009 Blogger


Kamis, 19 November 2009

situs ponpes

Situs pondok pesantren
1. www.nu.or.id
2. www.ahgaff.edu (yaman)
3. www.lirboyo.com (kediri-jatim)
4. www.arrisalah.org (kediri-jatim)
5. www.misykat-kediri.co.cc (kediri-jatim)
6. www.cipasung.com (tasikmalaya-jabar)
7. www.suryalaya.net (tasikmalaya-jabar)
8. www.suryalaya.org (tasikmalaya-jabar)
9. www.darulhaditsmalang.net (malang-jatim)
10. www.lpidaruttauhidmalang.com (malang-jatim)
11. www.al-hikam.or.id (malang-jatim)
12. www.salafiyah.or.id (situbondo-jatim)
13. www.salafiyah.org (pasuruan-jatim)
14. www.sidogiri.net (pasuruan-jatim)
15. www.pp-dalwa.org (pasuruan-jatim)
16. www.forsansalaf.com (pasuruan-jatim)
17. www.darussholah.com (jember-jatim)
18. www.langitan.net (tuban-jatim)
19. www.attanwir.or.id (tuban-jatim)
20. www.nuruljadid.net (probolinggo-jatim)
21. www.tambakberas.com (jombang-jatim)
22. www.pesantren.tebuireng.net (jombang-jatim)
23. www.pesantren-balekambang.org (jepara-jateng)
24. www.pondokpesantren.net (depag)
25. www.mambaussholihin.com (gresik-jatim)
26. www.hasanjufri.com (gresik-jatim)
27. www.maslakulhuda.net (pati-jateng)
28. www.ppalanwar.com (rembang-jateng)
29. www.futuhiyyah.net (demak-jateng)
30. www.alpontren.com (jakarta)
31. www.pesantren-ciganjur.org (jakarta)
32. www.darunnajah.com (jakarta)
33. www.al-awwabin.com (Jakarta)
34. www.yayasan-alhidayah.net (grobogan-jateng)
35. www.thohiriyyah.com (purwokerto-jateng)
36. www.krapyak.org (yogya)
37. www.almunawwir.com (yogya)
38. www.pesantren.uii.ac.id (yogya)
39. www.almuayyad.org (solo-jateng)
40. www.arwaniyah.com (kudus-jateng)
41. www.buntetpesantren.org (cirebon-jabar)
42. www.almusri.org (cianjur-jabar)
43. www.gontor.ac.id (ponorogo-jatim)
44. www.tremas.net (pacitan-jatim)
45. www.alhamidiyah.com (surabaya-jatim)
Situs habaib dan ulama’
1. www.alhabibomar.com (yaman)
2. www.alhabibali.com (yaman)
3. www.rubat-ataq.com (yaman)
4. www.rubat-tareem.net (yaman)
5. www.goraba.com (yaman)
6. www.daralmostafa.com (yaman)
7. www.aboghodda.com (suriah)
8. www.bouti.com (suriah)
9. www.zuhayli.net
10. www.dar-alifta.org (mesir)
11. www.ahl-ul-bait.org (syiah)
12. www.abna.ir (syiah)
13. www.habiblutfiyahya.net
14. www.taman-ilmu.com
15. www.majelisrasulullah.org
16. www.aswaja.net
17. www.nurulmusthofa.org
18. www.infomajelis.co.cc
19. www.habaib.org
20. www.addhiyaullami.org
21. www.majelisalanwar.com
22. www.alhawi.net
23. www.gusdur.net
24. www.gusmus.net
25. www.sufinews.com
26. www.naqshbandi.org
27. www.naqshbandi.net
28. www.haqqanirabbani.asia
29. www.pejuangislam.com
30. www.madinatulilmi.com
Situs toko buku dan blog
1. www.pustakabasma.web.id
2. blog.its.ac.id/syafii
3. mp3-sholawat.blogspot.com
4. tokoinduklangitan.wordpress.com
5. agusza.wordpress.com
6. www.yementimes.com

PENYELEWENGAN AJARAN AGAMA

PENYELEWENGAN AJARAN AGAMA
Fenomena penyelewengan agama sangat menuntut perhatian para ulama dan segera mengajak mereka kembali kepada Allah memohon ampunan-Nya dan menegakkan hujjah-Nya sebagai manifestasi dari tanggung jawab ulama. Penyelewengan-penyelewengan yg terjadi di kalangan kaum muslimin awam telah melahirkan penyelewengan lain pada sebagianorang yg melakukan dakwah kepada Allah yg seharusnya berupaya memperbaharuikeadaan manusia dan mengajak mereka pada agama yg benar. Sebagian yg lain mengajarkan hukum-hukum yg salah kepada masyarakat umum bahkan terjadi pula pertentangan dalam hukum-hukum tersebut sehingga merreka mengeluarkan kata-kata yg dibuat-buat dan hina dan pada beberapa waktu tertentu mengakibatkan kesesatan.
Fenomena Penyelewengan Umat dari Agama yg Benar
Kebodohan dalam masalah agama tidak ada upaya mempelajari agama dan tidak pula berupaya membetulkan akidah dan ibadah.
Orang-orang sesat dan pembuat bid’ah mengelabuhi kaum muslimin memanipulasi syirik hingga seakan-akan merrupakan sesuatu yg baik dan mereka mempropagandakannya.
Menyebarkan tabarruk yg dilarang secara syara’ dgn bentuk dan caranya yg bermacam-macam hingga menjadi suatuyang terrbiasa bahkan menjadi keyakinan bagi orang yg melakukannya.
Berlebih-lebihan menggantungkan diri kepada makhluk memohon bantuan dan pertolongan kepada mereka dan tawassul kepada orang-orang yg sudah meninggal.
Berpaling dari syariat Allah dan mengambil hukum dari orang-orang sesat.
Mengangkat orang-oang sesat yg ingkar dan zindiq menjadi pemimpin dan hakim-hakim yg memutuskan perkara bukan bedasarkan ketentuan Allah membantu dan mendukung mereka sebaliknya memerangi orang-orang yg bedakwah kepada Allah.
Bergabung dgn golongan-golonganyang ingkar dan zindiq dan menyerukan fanatisme jahiliyah seperti ajakan pada nasionalisme dan partai-partai nasionalisme dan sekuler.
Fenomena Penyelewengan dalam Menghadapi Penyelewengan Umat
Melalaikan dan menganggap remeh dakwah kepada Allah dan dalam penyebaran ilmu yg benar kepada manusia serta dalam upaya membebaskan manusia dari belenggu kemusyrikan kekufuran dan kesesatan.
Tersebarkan pengafiran dan berlebih-lebihan di dalamnya tanpa memperhatika kriterria dan hukum-ukumnya. Pengafiran hanya dilakukan berdasarka keumuman dan aspek lahir sebagian nash yg tidak merujuk kepada ulama serta munculnya aliran-aliran yg mengatasnamakan kelompok dakwahyang pada hakikatnya merupakan uapaya menghidupkan kembali aliranWa’idiyah yg berlebih-lebihan pada nash-nash ancaman dan mengafikan golongan umat yg terpilih. .
Munculnya fenomena kepasrahan pada nasib di kalangan kaum muslimin sehingga umat merelakan agamanya sebagaimana adanya tanpa mempelajari agama yg benar dan tidak pula mengamalkannya di samping meninggaklan dakwah dan jihad menegakkan kalmat Allah. .
Penyelewengan yg dilakukan sebagian orang dalam hal batas-batas kebodohan dalam masalah agama yg dapat ditoleransi danyang tidak mengada-ada kriteria orang bodoh yg ditolerasi dan pada gilirannya juga mengada-ada kriteria yg tidak dapat ditoleransi.
Kaku dalam menyampaikan hukum-hukum dan fatwa-fatwa tanpa memberikan penjelasan dan menganalisa lingkup hukum da fatwa tersebut kecuali pada bagian kecil dari pendapat ulama setempatdi antara para ulama yg terhormat dan para da’i yg ikhlas.
Sumber Al-Jahl bi Masail al-I’tiqad wa Hukmuhu Abdurrzzaq bin Thahir bn Ahmad Ma’asy
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm



Ngertiyo kuwe !
Perintah dan larangan Allah itu tidak untuk dipikir,
tapi untuk dita’ati dan didzikir, tanpa prlu dipikir!
Karena, kalo terlalu dipikir bisa mendekatkan
pada kesesatan, jika iman kita masih lemah!.

blogger

hazimeazza © 2008 Por *Templates para Você*